Friday, December 24, 2021

CSR Bank Jatim Peduli untuk Program Jamban Sehat

2500 KK di Kota Pasuruan Ternyata Tak Punya Jamban

19 Desember 2021

Walikota Saifullah Yusuf mengangkat plakat CSR Bank Jatim Peduli untuk program jamban sehat.

Sanitasi yang layak masih menjadi persoalan serius Pemkot Pasuruan. Sebabnya, sampai kini ribuan warga yang tak memiliki jamban. Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Pasuruan, Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Gus Ipul menyebut, berdasar catatan pemkot, ada lebih dari 2.500 KK di Kota Pasuruan yang tak memiliki jamban.

Menurut mantan Wakil Gubernur Jawa Timur tersebut, warga yang tak memiliki jamban sebagian besar berada di wilayah utara Kota Pasuruan. Mereka yang tak punya jamban ini biasanya buang air besar di sungai, atau bahkan di pantai.

“Ini cukup serius. Membahayakan lingkungan dan kesehatan warga,” ujar Gus Ipul, Minggu (19/12/2021).

Untuk mengatasi persoalan itu, pemkot, kata Gus Ipul, telah membuat program jamban keluarga. Pemkot bakal membantu pembuatan jamban keluarga untuk mereka. Anggaran untuk pembuatan jamban itu diambilkan dari pemerintah sendiri maupun dari dana CSR perusahaan di Kota Pasuruan. Biaya pembuatan jamban berkisar antara Rp2 hingga Rp5 juta.

“Ini akan dilakukan tiap tahun dan semoga dua sampai tiga tahun ke depan selesai,” kata Gus Ipul. 


Sumber :

https://www.wartabromo.com/2021/12/19/2500-kk-di-kota-pasuruan-ternyata-tak-punya-jamban/

Sunday, September 12, 2021

Candi Gunung Gangsir

Candi Gunung Gangsir, Candi Bersejarah di Kabupaten Pasuruan

Candi Gunung Gangsir

Candi Gunung Gangsir adalah sebuah candi yang terletak di Dukuh Kebon Candi, Desa Gunung Gangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Nama candi ini masih merupakan mitos penduduk sekitar, yaitu bahwa nama ‘gunung’ diambil dari keberadaan bangunan candi ini pada masa lampau yang dilingkupi oleh gunung. 

Sedangkan kata gangsir(Jawa : nggangsir) berarti menggali lubang di bawah permukaan tanah.

Menurut keterangan penduduk, nama ini muncul ketika pada suatu saat ada seseorang yang berusaha ‘menggangsir’ gunung ini untuk mencuri benda-benda berharga di dalam bangunan candi ini. Maka dikenallah bangunan candi ini dengan nama Candi Gunung Gangsir.

Candi Gunung Gangsir merupakan tugu peringatan atas keberhasilan Nyi Sri Gati (Mbok Rondo Darmo) dalam keberhasilannya bercocok tanam. Nyi Sri Gati atau yang lebih terkenal dengan sebutan Mbok Rondo Darmo ini seorang perempuan yang tidak diketahui dari mana asalnya. 

Semasa hidupnya, Mbok Rondo Darmo ini mengajak para boro meminta petunjuk kepada Hyang Widi untuk mengatasi bahan makanan yang semakin berkurang pada saat itu. Sehingga suatu ketika datang hewan sebangsa burung gelatik yang membawa padi dan kulit. 

Padi yang berasal dari kulit tidak berbuah padi melainkan berbuah batu permata yang menyebabkan Nyi Sri Gati menjadi kaya raya dan akhirnya terkenal dengan sebutan Mbok Rondo Darmo.

Umumnya, harga tiket untuk masuk tempat wisata berbeda antara hari libur, minggu atau hari biasa.. Harga bisa berubah sewaktu-waktu. Saat weekday, harga tiket masuk Candi Gunung Gangsir adalah Rp3,000.00. 

Sementara saat weekend harga tiket masuk Candi Gunung Gangsir adalah Rp5,000.00. Harga weekday umumnya berarti hari Senin-Jumat, sementara weekend Sabtu dan Minggu. Tiap-tiap tempat wisata punya jam buka dan tutup berbeda. 

Begitu juga dengan destinasi yang ada di Kab Pasuruan. Candi Gunung Gangsir buka jam 07.00 dan tutup jam 17.00. Jam ini sesuai dengan zona waktu setempat yakni waktu Asia/Jakarta.


Sumber :

https://pesonajatim.com/candi-gunung-gangsir-candi-bersejarah-di-kabupaten-pasuruan/

Sunday, August 1, 2021

Berbagi Sejarah Kota Pasuruan

Dari Fotografi, Kini Achmad Budiman Berbagi Sejarah Kota Pasuruan

Monday, 2 August 2021


Achmad Budiman sebenarnya seorang pensiunan karyawan swasta di Kabupaten Pasuruan. Namun, kegemarannya pada dunia fotografi membuat dia banyak ‘mengenal’ bangunan bersejarah di Kota Pasuruan. Bahkan, dia rutin membagikan sejarah bangunan di Kota Pasuruan melalui media sosial facebook (FB).

PRIA berbaju merah itu serius memandangi layar komputer di hadapannya. Ia sedang berselancar di dunia maya. Sejumlah situs berbahasa Belanda dikunjungi.

Setelah menemukan cukup fakta yang diinginkan, data itu dirangkum dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Bukan diterjemahkan sendiri. Terjemahannya menggunakan Google Translate.

“Karena saya tidak bisa bahasa Belanda, jadi pakai Google Translate. Terus saya susun lagi sehingga enak dibaca. Baru saya bagi melalui media sosial FB yang saya miliki,” ungkapnya memulai obrolan dengan Jawa Pos Radar Bromo.

Karena aktivitasnya itu, facebook Budiman pun banyak jadi jujukan netizen yang ingin tahu tentang sejarah Kota Pasuruan. Terutama sejarah bangunan di Kota Pasuruan.

Budiman sendiri awalnya tidak sengaja melakukan itu. Ia baru saja pensiun sebagai karyawan swasta tahun lalu. Karena memiliki banyak waktu luang, ia pun kembali menekuni fotografi yang jadi hobinya.

Sejumlah gedung dan bangunan di Kota Pasuruan jadi objek fotonya. Foto-foto hasil jepretannya lantas disimpan dalam aplikasi shutterstock.

Secara tidak sengaja, ia menemukan foto-foto lama bangunan kuno di Kota Pasuruan. Karena memang tertarik dengan fotografi, ia pun mencari satu per satu bangunan itu. Hasilnya,  ia menemukan 800 rumah dan bangunan yang juga disimpan di shutterstock.

“Agar lebih paham tentang bangunan itu, akhirnya saya juga cari-cari sejarahnya. Kebanyakan saya cari dari internet melalui situs-situs Belanda. Dan ternyata banyak bangunan bersejarah di Indonesia yang diceritakan dalam situs Belanda,” terang pria yang tinggal di Jalan Menara, Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan ini.

Saat menelusuri sejarah  bangunan Kota Pasuruan itu, dia menemukan fakta tentang titik nol Pasuruan. Bahkan, di situs yang ditemukannya ada foto saat proses pembangunan, masa konstruksi, dan ukuran bangunan.

Budiman awalnya belum tahu bahwa itu adalah titik nol. Dia lantas membagikan hal tersebut di FB-nya. Ternyata ada yang mengomentari fotonya.

Seorang pengguna FB lain melalui akun miliknya menjelaskan, bahwa monumen dengan bendera di tengah disebut sebagai titik nol suatu kota.

Budiman lantas mencari data pendukung melalui peta-peta lama. Dia menemukan fakta bahwa monumen bendera selalu berada di depan rumah residen. Dari situ diketahui, bahwa yang diunggahnya adalah titik nol Pasuruan.

Berdasarkan sejumlah data yang ditelusurinya, diketahui semua titik nol pasti mengarah ke rumah residen atau penguasa daerah saat itu. Untuk Pasuruan, rumah residen ada di Jalan Balaikota.

“Kota Probolinggo sudah ditetapkan. Yakni, bangunan yang sekarang ditempati oleh kodim dan masih asli. Kalau Kota Pasuruan belum ditetapkan. Lokasi residen Pasuruan saat ini jadi kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pasuruan,” terangnya.

Fakta ini membuatnya semakin giat mempelajari sejarah Kota Pasuruan yang belum pernah diungkap. Dari sini, dia pun menemukan sejumlah fakta menarik.

Di antaranya, pabrik karton di Kelurahan Petamanan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, memiliki air Sumber Purut. Dulu, air ini diperjualbelikan ke Kota Surabaya dan Probolinggo karena kualitasnya. Ini diungkap di situs PDAM Kota Surabaya.

Lalu, ada pula fakta tentang kedatangan Raja Thailand ke Pasuruan pada 1896. Saat itu, Raja Thailand ke Gunung Bromo untuk berlibur sekaligus berbisnis. Saat itu, Raja Thailand ini yang pertama kali naik  kereta kuda dengan ditarik delapan kuda ke lautan pasir Bromo.

Ada pula fakta bahwa SD Bangilan adalah sekolah pribumi tertua di Indonesia yang didirikan pada 1 Juni 1850. Sekolah ini merupakan sekolah khusus untuk para pejabat pribumi saat itu.

TITIK NOL PASURUAN: Achmad Budiman menekuni fotografi sebelum akhirnya mendalami tentang sejarah Kota Pasuruan. Contoh unggahannya soal sejarah Kota Pasuruan.  (Foto: Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)

“Kalau menurut peta tahun 1946, bangunan SD Bangilan hanya satu. Yaitu, blok yang paling utara. Sementara bangunan lainnya itu ada setelah kemerdekaan. Sekolah ini dulunya dikhususkan untuk pejabat pribumi Pasuruan dan sekitarnya. Seperti Kota Probolinggo hingga Malang,” tuturnya.

Total saat ini ada 35 fakta bangunan dan sejarah Kota Pasuruan yang ia temukan dan dibagi melalui FB. Semuanya ditemukan selama enam bulan.

Kisah yang dibaginya itu penting untuk menambah wawasan sejarah naik turunnya perekonomian di Pasuruan.  Di mana dulunya Kota Pasuruan ini jadi penghubung perekonomian di Jatim. Cuma saat ini malah kalah dengan daerah lain seperti Kota Malang.

“Ini usai dibangunnya jalur kereta api (KA) yang menghubungkan Surabaya-Malang. Dulu saat belum ada lalu lintas darat, hasil bumi untuk Kota Malang dan wilayah Tengger dan tapal kuda pasti diangkut ke Kota Pasuruan dulu,” pungkasnya.


Sumber :

https://radarbromo.jawapos.com/pasuruan/02/08/2021/dari-fotografi-kini-achmad-budiman-berbagi-sejarah-kota-pasuruan/

Tuesday, June 22, 2021

Diduga Peninggalan Mpu Sindok

Saluran Air Kuno di Pasuruan Diduga Peninggalan Mpu Sindok

Sabtu, 19 Jun 2021 13:30 WIB

Ekskavasi tahap awal saluran air kuno di Dusun Blimbing, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, tuntas. Banyak temuan potensial dari penggalian selama 10 hari itu.

"Sudah 39 meter yang kita tampakkan, ada indikasi saluran itu sepanjang 200 meter. Yang kita tampilkan (sepanjang 39 meter) itu bagian tengahnya saja. Itu potensinya lebih luas ya, sehingga perlu tahapan berikutnya, potensinya sangat besar karena kami kaitkan dengan Prasasti Cunggrang," kata ketua tim ekskavasi, Wicaksono Dwi Nugroho, Sabtu (19/6/2021).

Peneliti mengaitkan saluran air kuno itu dengan Prasasti Cunggrang, di Dusun Sukci, Desa Bulusari. Prasasti Cunggrang merupakan peninggalan masa Mpu Sindok, raja pertama Kerajaan Medang periode Jawa Timur, abad 10 masehi.

"Letaknya jauh dari Candi Sumber Tetek, sekitar 5 kilo meter. Saluran air kuno ini mengarah ke Prasasti Cunggrang di sisi utara. Sementara hipotesisnya kita kaitkan dengan Prasasti Cunggrang yang dikeluarkan oleh Mpu Sindok, pra-Majapahit, " terangnya.

Namun, tak banyak temuan lepas dari ekskavasi yang dilakukan. Sehingga dibutuhkan ekskavasi lanjutan untuk menguak potensi saluran air tertutup itu.

"Kita akan persentasi ke bupati untuk mengambil langkah selanjutnya," tambahnya.

Camat Gempol, Taufiqul Ghoni berharap ekskavasi dilanjutkan ke tahap selanjutnya dan ada temuan yang signifikan. Semakin banyak temuan cagar budaya, akan semakin bermanfaat bagi warga, baik dari sisi pendidikan, budaya dan ekonomi.

"Sejauh yang saya ketahui dari memantau ekskavasi, ada sumber air yang menarik kita sebagai salah satu indikasi adanya petirtaan di sekitar lokasi," terang Ghoni.

BPCB Jawa Timur sejak 10 hari lalu melakukan ekskavasi awal struktur bata kuno di Dusun Blimbing, Desa Bulusari, yang ditemukan pada Januari 2021. Struktur bata kuno itu dipastikan bangunan saluran air kuno.

Saluran air itu dibangun dengan bata besar berukuran panjang 38 sentimeter (cm), lebar 22 cm, dan tebalnya 8 cm. Ketinggian struktur 15 lapis bata atau 140 cm dengan lebar 150 cm. Struktur ini memanjang dari selatan ke utara.


Sumber :

https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5612205/saluran-air-kuno-di-pasuruan-diduga-peninggalan-mpu-sindok

Sunday, May 9, 2021

Oleh-oleh Bipang dari Pasuruan


Singgah dan Berburu Oleh-oleh di Pabrik Bipang Legendaris di Jalan Lombok, Kota Pasuruan

Kamis, 9 Januari 2020 19:26

Jika berjalan-jalan ke Kota Pasuruan via jalur pantai utara (pantura) tidak ada salahnya untuk mampir untuk membeli oleh-oleh khas kota pelabuhan. Jajanan yang hits di era 1990-an dan melegenda itu adalah Bipang Jangkar.

Berpusat di Jalan Lombok dekat pelabuhan Kota Pasuruan, jajanan yang terbuat dari beras dan berasa manis pun sangat digemari masyarakat Jawa Timur. Pada liburan tahun baru, Rabu (1/1/2020) terlihat pabrik yang dibangun sejak kolonial Belanda ini pun cukup ramai pengunjung.

Bipang khas Pasuruan itu selain lezat, juga kaya akan cerita sejarahnya. Dirintis sejak 1940 oleh Kwee Pwee Bhook, jajanan itu sudah terkenal di kalangan pelaut yang singgah di Pelabuhan Pasuruan untuk dijadikan oleh-oleh.

Walaupun familiar disebut bipang, namun nama aslinya adalah mi fang. Dari dua kata mi dan fang. Mi dialek Mandarin berarti beras dan fang artinya wangi.

“Merek Jangkar ini baru diusulkan Kwee Ik Sam, anak tertuanya pada 1949 yang terinspirasi dari para pelaut di Kota Pasuruan yang waktu itu menjadi sentra perdagangan pelabuhan,” ungkap Annisa, salah satu pegawai.

Tongkat estafet manajemen Bipang Jangkar kini dikelola generasi ketiga dari Kwee Pwee Bhook. Dengan dibentuknya PT Bipang Jangkar Abadi, pengelolaannya pun semakin modern. Dengan berpusat di Jalan Lombok itulah pabrik bipang disulap menjadi swalayan sekaligus pabrik yang cukup modern.

Itu membuat para pengunjung semakin nyaman untuk berbelanja oleh-oleh khas Kota Pasuruan.

“Cita rasa bipang terus kita pertahankan hingga saat ini,” tegasnya.

Walaupun sudah eksis sejak 1940-an, namun jajanan bipang ini masih menjadi favorit masyarakat hingga saat ini. Itu seperti yang diungkapkan Andi Surya, salah satu pelanggan. Menurutnya, sejak ia kecil sampai punya anak pun ketika lewat Pasuruan pasti mampir ke toko pusat bipang di Pasuruan itu.

Terlebih dia masih ingat ketika saat kecil dulu toko yang juga sebagai pabrik bipang itu masih sederhana.

“Tempatnya kini semakin modern dan semakin nyaman,” terang pria asal Sidoarjo itu.

Herry Setiawan, pengunjung lain pun juga mengaku rugi jika berjalan-jalan ke Pasuruan tidak membawa oleh-oleh Bipang Jangkar.

Selain bisa memilih bipang aneka rasa, di toko itu pun juga bisa melihat langsung pembuatan bipang hingga roti yang diproduksinya sehingga menjadi sensasi tersediri dan percaya akan kualitasnya karena tahu sendiri bahan dan alat yang digunakan cukup higenis.

“Suka dengan kebersihannya. Seru juga bisa melihat cara memasaknya,” ungkap pria asal Malang itu.

Selain bipang, Herry menjelaskan di pusat Bipang Jangkar ini juga dijual aneka jajanan khas Pasuruan lainnya. Sebut saja brondong jagung karamel. Makanan seperti popcrorn itu juga menjadi favorit keluarganya.

Terlebih kini pengemasannya juga lebih modern dan layaknya jajanan luar negeri.

“Anak-anak sangat suka dengan brondong jagungnya. Itu jajanan sejak saya masih kecil masih eksis hingga saat ini dengan pengemasan yang disesuaikan dengan zaman,” tegasnya.

Moh Fikri Zulfikar

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia 

Pascasarjana Universitas Negeri Malang 

fikrizulfikar982@gmail.com


Sumber :

https://surabaya.tribunnews.com/2020/01/09/singgah-dan-berburu-oleh-oleh-di-pabrik-bipang-legendaris-di-jalan-lombok-kota-pasuruan?page=all.



Renyah, Manis dan Wanginya Bipang Khas Pasuruan

Oleh Istiqomah Ps 24 Oct 2012


Bipang Khas Pasuruan

Saya adalah asli orang Pasuruan - Jawa Timur. Ditempat kelahiran saya terdapat berbagai macam kuliner unggulan seperti Bipang dan Rawon. Pertama kali disebutkan Kota Pasuruan, biasanya teman-teman langsung teringat dengan pedangdut goyang ngebor “Inul Daratista”. Kali ini saya ingin teman-teman mengetahui tentang salah satu makanan khas Pasuruan, yaitu Bipang.

Bipang ini rasanya renyah, manis dan wangi. Menurut sejarah Bipang berasal dari Tiongkok, dimana kata “Bi” berarti beras dan “Pang” berarti wangi. Akan tetapi kebanyakan orang menyebutnya dengan Jipang. Bipang juga biasa disebut dengan Puff Rice Cakes.


Bipang Jangkar

 Di Pasuruan sendiri Bipang banyak ditemukan di hampir setiap pasar tradisional, terutama Pasar Induk Pasuruan yang dekat dengan Pelabuhan dan Stasiun Kota Pasuruan. Salah satu pabrik terbesar dan tertua pembuat Bipang adalah pabrik Jangkar, sehingga kebanyakan masyarakat mengidentikan Bipang dengan pabrik ini. Salah satu alasan pemilihan nama Jangkar pun tak lepas dari warga sekitar pabrik yang kebanyakan merupakan pelaut dan nelayan Pelabuhan Pasuruan*.

Pembuatan Bipang sendiri sebenarnya cukup sederhana, yaitu dengan memanaskan beras dalam suhu tinggi hingga mekar kemudian dicampur dengan gula cair dan vanili. Gula murni digunakan bukan hanya sebagi pemanis, melainkan juga sebgai pengawet Bipang. Setelah tercampur rata, Bipang dicetak dan dipotong-potong sesuai keinginan. Dahulu Bipang identik dengan rasa vanila dan biasa dibungkus dengan daun pisang. Akan tetapi dengan banyaknya permintaan oleh-oleh khas Pasuruan, para produsen Bipang mulai menggunakan kemasan plastik yang kedap udara agar lebih awet dan tidak mudah melempem. Rasa Bipang pun kini mulai beragam diantaranya melon, cokelat, strawberry, blueberry, durian dan juga kopi.


Beras Putih

Untuk masalah gizi teman-teman tidak perlu khawatir. Selain murah dan mengenyangkan, Bipang merupakan salah satu sumber energi karena bahan utamanya adalah Beras. Nilai nutrisi yang terkandung dalam 100g beras adalah energi sebesar 1.527kJ, yang terdiri dari Karbohidrat 79g, Gula 0.12g, Serat Pangan 1.3g, Lemak 0.66g, Protein 7.13g, Air 11.62g, beberapa Vitamin dan Mineral**.

Untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan energi, fungsi dan pemeliharaan organ tubuh, dianjurkan mengkonsumsi 2 gram karbohidrat per kg berat badan. Namun jika memiliki aktivitas olahraga yang tinggi dalam seminggu dan ingin menambah berat badan atau massa otot, maka kebutuhan karbohidrat bisa meningkat menjadi 3-4 gram per kg berat badan tergantung dari berapa ribu kkal diet dalam sehari***.

Demikianlah Bipang, makanan khas Kota Pasuruan. Tulisan ini diikutkan dalam Lomba Blog Jelajah Gizi, dengan tema “Apa Makanan Khas Daerahmu?”

oleh Istiqomah Primasari - member nutrisiuntukbangsa


Sumber :

https://www.sarihusada.co.id/Nutrisi-Untuk-Bangsa/Aktivitas/Jelajah-Gizi/Renyah-Manis-dan-Wanginya-Bipang-Khas-Pasuruan



Ini Dia Bipang Pasuruan yang Disebut Jubir Presiden

Minggu, 09 Mei 2021 13:42 WIB


Pernyataan Presiden Jokowi yang mempromosikan bipang Ambawang menuai perdebatan. Pasalnya, makanan yang berbahan babi ini dipromosikan sebagai oleh-oleh lebaran.

Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman dalam twitternya menulis soal bipang yang dimaksud Jokowi. Dalam tweet-nya, Fadjroel mengunggah foto bipang yang berbahan beras. Kemasannya adalah Bipang Jangkar Pasuruan.

"Ini BIPANG atau JIPANG dari beras. Makanan kesukaan saya sejak kecil hingga sekarang. BIPANG atau JIPANG dari beras ini memang makanan hit sampai sekarang ya. Nuhun," cuit Fadjroel dalam akun twitter-nya.

Bipang yang dimaksud Fadjroel adalah makanan khas Pasuruan. Penganan ini bisa ditemui di Toko Bipang Jangkar, Jalan Lombok, Kelurahan Trajeng, Kecamatan Panggungrejo, Pasuruan. Di toko yang sekaligus tempat produksi ini, anda bisa memilih aneka bentuk, ukuran dan rasa bipang.

Pemilik toko Bipang Jangkar Pasuruan, Siou, mengatakan selain dijual di toko tersebut, bipang produksinya juga bisa ditemui di banyak toko di Pasuruan.

"Semuanya berasal dari sini," kata Siou di tokonya, Minggu (9/5/2021).

Menurut Siou, Bipang Jangkar sudah ada di Pasuruan sejak 1940 dan mulai dikenal luas pada 1949. Jajanan ini terbuat dari beras yang dimekarkan kemudian diberi gula.

"Asli camilan dari beras, dari Tiongkok. Kakek lahir di sana, saat ke sini (Pasuruan) dia mencoba bikin aneka jananan, ada permen, ada kue, terus bipang ini. Tapi kebetulan bipang ini yang diterima masyarakat waktu itu," jelasnya.

Siou mengatakan kata 'Bipang' berasal dari bahasa Mandarin, 'Mi-fang', yang berarti 'beras yang wangi'. Seiring perjalanan waktu, semakin banyak varian ukuran dan rasa. Meski tertulis bipang, tak sedikit warga yang menyebutnya jipang.

"Saat ini, ada rasa kacang, jahe, kopi dan lain-lain," jelas keturunan ketiga pengusaha Bipang Jangkar Pasuruan.

Bipang Jangkar dijual satuan juga kemasan oleh-oleh. Harganya mulai Rp 6.000-40.000.


Sumber :

https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5563799/ini-dia-bipang-pasuruan-yang-disebut-jubir-presiden

Wednesday, April 14, 2021

Pasuruan Cocoa Technical Center

Pusat Penelitian Kakao Global Dibuka di Pasuruan 

Mondelez International membangun Pasuruan Cocoa Technical Center (PCTC) sebagai pusat penelitian kakao global untuk penanaman cokelat yang berkelanjutan. Pusat penelitian ini berlokasi di Pasuruan, Jawa Timur. 

Mondelez International adalah pemilik merek global terkenal seperti Oreo, Kraft, Cadbury Dairy Milk, dan Toblerone. Dalam acara peresmian PCTC secara virtual, Rabu (7/10/2020), perihal keberlanjutan kakao jadi salah satu kunci pertumbuhan jangka panjang bagi Mondelez Interantional di kawasan Asia dan dunia. 

Cokelat “Kakao merupakan bahan utama cokelat yang permintaannya terus meningkat," kata  Executive Vice President dan President Asia, Middle East, and Africa Mondelez International, Maurizio Brusadelli.  

"Mondelez International bertekad untuk dapat memenuhi permintaan konsumen tersebut dengan cara yang tepat, yaitu dengan berkontribusi menciptakan sektor kakao yang berkelanjutan," pungkasnya. Indonesia dipilih sebagai lokasi PCTC karena memiliki sejarah panjang penanaman kakao baik dalam skala kecil maupun besar. 

Petani Indonesia juga menjadi produsen kakao paling besar di Asia. 

Pasuruan Cocoa Technical Centre (PCTC) dilengkapi fasilitas penelitian berteknologi canggih yang ditunjang laboratorium, area pasca-panen, fasilitas percobaan agronomi, serta area pembibitan seluas lima hektar.

“PCTC juga dekat dengan Surabaya, pusat transportasi yang besar di Indonesia. Sehingga peneliti kami bisa dengan mudah bolak balik dari laboratorium ke seluruh lokasi pertanian kakao,” kata Global VP RDQ Chocolate and Cocoa Mondelez International, Michelle Pickering. 

Tentang PCTC Mondelez International mendirikan PCTC untuk menemukan praktik pembudidayaan kakao yang inovatif, efektif, dan ramah lingkungan.  Hal ini bertujuan untuk mendorong hasil panen yang tinggi serta berkelanjutan. 

Selain itu juga dapat diterapkan oleh petani kakao secara global. Cocoa Technical Centre ini merupakan pusat kolaborasi antara ilmuwan Mondelez International dengan mitra-mitra penelitian lainnya. Fasilitas canggih PCTC terdiri dari laboratorium khusus dan area pasca-panen dengan fasilitas percobaan agronomi kelas dunia. 

Ada pula area pembibitan khusus dan modul penanaman dengan luas sekitar lima hektar. Di sana, ilmuwan akan meneliti cara pembudidayaan kakao yang paling optimal. Selain itu, ada juga fasilitas berupa nursery dan green house pada PCTC. 

Nursery jadi tempat pembibitan tanaman kakao untuk memastikan kualitasnya tinggi sebelum kemudian ditanam di area luar ruangan. Setelah dari nursery, bibit berkualitas tinggi kemudian akan dipindahkan ke area penanaman. 

“Ada beberapa area penanaman yang berbeda. Setiap area punya tingkat kontrol cahaya, air, dan pupuk yang berbeda. Ini berguna untuk mengetes metode mana yang paling baik untuk pertumbuhan kakao,” jelas Michelle. 

Selain di dalam greenhouse, ada juga area penanaman di luar ruangan yang berguna untuk membandingkan pertumbuhan tanaman kakao di tingkat ketinggian, kepadatan tanah, suhu, curah hujan yang berbeda. 

“Kehadiran Pasuruan Cocoa Technical Center (PCTC) dapat kita jadikan sebuah momentum," papar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Ia menyebutkan PCTC adalah momen untuk mengembangkan dan menerapkan teknologi pertanian kakao yang inovatif, efektif, serta ramah lingkungan yang nantinya dapat mendorong berkembangnya sektor kakao di Indonesia. 

Menurut Michelle, praktik dan teknologi yang dihasilkan dari PCTC ini juga nantinya akan diterapkan oleh para petani kakao yang sudah tergabung dalam Cocoa Life. Cocoa Life adalah program pemberdayaan petani kakao dari Mondelez International. Di Indonesia, telah berjalan sejak 2013 hingga kini telah ada 43.000 petani kakao di delapan kabupaten dan empat provinsi yang sudah bergabung. 

Rencananya PCTC akan memasok 100 persen kebutuhan kakao untuk produksi cokelat melalui program Cocoa Life pada 2025 mendatang. Saat ini, baru sekitar 63 persen kebutuhan kakao yang sudah dipasok lewat program ini.


Sumber :

https://www.kompas.com/food/read/2020/10/08/171200175/pusat-penelitian-kakao-global-dibuka-di-pasuruan?page=all.

Wednesday, March 24, 2021

Jokowi Resmikan Proyek SPAM Umbulan

Resmikan Proyek SPAM Umbulan, Jokowi: Jangan Sampai Tak Masuk Rumah Warga

Senin, 22 Maret 2021 16:44 WIB

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Sistem Penyediaan Air Minum Umbulan di Kabupaten Pasuruan dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Jawa Timur, Senin, 22 Maret 2021. Jokowi menyebut, SPAM Umbulan ini merupakan proyek besar yang menghabiskan anggaran Rp2,05 triliun.

Untuk itu, ia meminta pada pekan ini pihak-pihak yang terlibat dalam pembangunan SPAM Umbulan menggelar rapat dan menghasilkan langkah lanjutan yang diambil agar SPAM Umbulan dapat beroperasi maksimal.

"Jangan sampai proyek besarnya jadi, pipa utamanya selesai, tapi untuk masuk ke rumah tangga terkendala karena siapa yang bertanggungjawab tidak jelas. Apakah PDAM kota/kabupaten, ataukah PDAM tingkat provinsi atau Menteri PU. Tolong segera diselesaikan, saya minta minggu ini sudah ada rapat dan bisa diselesaikan yang tanggung jawab siapa,” tutur Jokowi seperti disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin, 22 Maret 2021.

SPAM Umbulan berkapasitas 4.000 liter per detik. Saat ini realisasinya baru 20 persen atau 900 liter per detik.

"Artinya masih ada 80 persen yang harus segera diselesaikan dari pipa utama sampai masuk ke pipa di rumah tangga. Ini pekerjaan besarnya ada di situ. Oleh sebab itu, saya minta bupati dan wali kota yang akan teraliri air ini agar duduk bersama dengan gubernur, Menteri PUPR, juga manajemen PT Meta (Kontraktor SPAM Umbulan),” ujar Jokowi.

SPAM Umbulan merupakan Proyek SPAM Regional pertama yang dibangun menggunakan skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Infrastruktur penyediaan air ini berasal dari mata air Umbulan di Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, yang disalurkan melalui pipa transmisi air bersih.

"Model pembangunan KPBU ini akan terus kita dorong tidak hanya di Umbulan saja, tapi juga untuk proyek-proyek lain sehingga beban APBN juga akan semakin berkurang dan nanti pengelolaannya justru swasta yang harus bergerak," tutur Jokowi.


Sumber :

https://nasional.tempo.co/read/1444770/resmikan-proyek-spam-umbulan-jokowi-jangan-sampai-tak-masuk-rumah-warga/full&view=ok

Friday, January 15, 2021

Film Dokumenter Da’wah

Angkat Kehidupan Pesantren di Pasuruan, Film Ini Tuai Pujian di Italia 

08 NOVEMBER 2017

   


Matahari masih beberapa jam lagi terbit, ketika ribuan santri berusia 6 sampai 18 tahun mulai bangun dan beraktivitas di sebuah pesantren. Mereka menjalankan sholat malam dan membaca Alquran hingga Subuh menjelang. Setelah itu aktivitas berlanjut. Beragam kegiatan sudah terjadwal dengan sangat tertib, mulai dari olah raga pagi, mandi, makan, belajar di kelas, mengaji berbagai kitab, kegiatan ekstra kurikuler, belajar lagi, hingga waktu istirahat malam tiba. Begitulah cuplikan keseharian santri yang terekam dalam sebuah film dokumenter berjudul Da’wah. Film tersebut mengambil latar Pesantren Dalwa, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur.

Film besutan sutradara Italia Italo Spinelli inilah yang pada Sabtu 4 November lalu menuai kekaguman penonton dan pegiat film di Fiesta del Cinema di Roma. Sekitar 300 orang memenuhi Auditorium Parco della Musica. Tiket yang dijual secara online oleh panitia sudah habis sehari sebelum Da’wah diputar.

"Saya belajar banyak selama proses pembuatan film ini. Berbeda dari persepsi sebagian orang terhadap Islam, pengajaran agama yang diberikan kepada para murid sama sekali tidak mendukung adanya tindak kekerasan," kata Italo Spinelli.

Dia menuturkan bahwa para guru di pesantren tersebut sangat menekankan pentingnya berbagi kebahagiaan dan kasih sayang kepada sekitarnya.

Ketika ditanya mengenai hal menarik yang dia temui selama pembuatan film, Spinelli berbicara mengenai konsep jihad yang dia temui selama penggarapan dokumenter. Menurutnya, jihad yang ia temui di Pesantren ini adalah perlawan terhadap emosi diri sendiri, bukan musuh dari luar.

Spinelli merekam gambaran-gambaran nyata dari keseharian para santri yang diwakili tokoh bernama Rafli remaja keturunan Jerman, M Hasan Masduqi, Muhammad Shofi dan Ahmad Yazid, santri dari Pasuruan.

Panitia Festival di Roma menilai film Dakwah sangat apik dari segi artistik dan narasi cerita. Peraih piala Oscar, Bernardo Bertolucci, yang memberikan pengantar sebelum penayangan film, juga menyampaikan kekagumannya pada kepiawaian sang pembuat bercerita dan menggambarkan kehidupan madrasah di Indonesia lewat film ini.

Sutradara film The Draemers, The Last Emperor, juga The Last Tango in Paris itu pun mengatakan sangat penting para guru dan murid sekolah di Eropa bisa menyaksikan film ini.

Sapta Nirwandar (ketiga dari kiri) menyepakati penyebaran film dengan distributor asal Italia I Foto: istimewa info gambar

Sementara itu, Sapta Nirwandar, sang produser mengungkapkan pihaknya sengaja membawa film Da’wah ke Eropa sebagai upaya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat Barat terhadap kehidupan Islam di negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia.

Menurutnya, dalam proses pembuatan film ini, sutradara yang bukan seorang muslim beserta kru-nya dibebaskan untuk mengeksplorasi seluruh detil kehidupan pesantren. Selama sembilan hari mereka mengabadikan kehidupan sekitar 2.700 santri di pondok pesantren yang berdiri sejak tahun 1981 itu.

Di akhir festival, daya tarik film berdurasi 60 menit ini rupanya juga menarik sebuah distributor yang berpusat di Roma untuk mengajukan kontrak pendistribusian film ini di Eropa.


Sumber :

https://www.goodnewsfromindonesia.id/2017/11/08/angkat-kehidupan-pesantren-di-pesuruan-film-da-wah-tuai-pujian-di-italia

Related Posts