Showing posts with label Pembangunan. Show all posts
Showing posts with label Pembangunan. Show all posts

Saturday, September 23, 2023

Listrik 30 MVA bagi Kawasan Industri di Pasuruan

PLN Siapkan Suplai Listrik 30 MVA bagi Kawasan Industri di Pasuruan 

Sabtu, 23 September 2023

Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyatakan kesiapan menyuplai kebutuhan energi listrik bagi kawasan industri di Pasuruan yang dikenal dengan PIER, atau Pasuruan Industrial Estate Rembang. Komitmen ini disampaikan General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur, Agus Kuswardoyo, di sela kegiatan penandatanganan kerjasama antara PLN sebagai penyedia utama utilitas kelistrikan, dengan PT Surabaya Industrial Estate Rungkut di Surabaya, Sabtu 23 September 2023. 

"Salah satu wujud dari implementasi misi PLN ialah mewujudkan listrik sebagai pendorong kegiatan ekonomi, yang pada kesempatan ini telah dilakukan penandatangan untuk penyediaan suplai kelistrikan sebesar 30 MVA," terang Agus. 

Agus menambahkan, sistem kelistrikan Jawa Timur saat ini masih mengalami surplus dengan cadangan daya sebesar 2.754 MW. Sehingga dipastikan mampu untuk memenuhi kebutuhan kelistrikan di sentra-sentra industri baru Jawa Timur. 

"Tim kami akan terus mengkaji kebutuhan tambahan atau proyeksi industri baru di kawasan PIER seperti PT Evergreen 3465 kVA, PT Onduline Indonesia 690 kVA, PT Cell 555 kVA. Sementara saat ini disuplai dari Gardu Induk PIER, nanti akan dikaji lebih lanjut untuk kebutuhan penambahan infrastruktur kelistrikan lainnya. PLN siap memfasilitasi," lanjutnya. 

Pihaknya juga menyatakan terus berkomitmen dalam mendukung pertumbuhan industri di Jawa Timur. Hal itu ditunjukkan dengan semakin banyaknya konsumsi listrik di sektor industri. Dia lalu merinci, penjualan tenaga listrik hingga Bulan Agustus telah mencapai 27,3 TWh. 

Sementara di sektor industri PLN telah melayani 110.058 pelanggan dengan daya hingga 7.487 MVA dan menyumbang 41,23% dari penjualan tenaga listrik di Jawa Timur. Sementara itu, Direktur PT SIER Didik Prasetiyono sebagai pengelola kawasan PIER menyampaikan apresianya kepada PLN. 

Ia berharap dengan adanya momentum ini kedepannya bisa menarik investasi-investasi lain untuk masuk guna mendukung pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur lebih baik lagi. "Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN yang telah melakukan dukungan selama ini untuk terus menyediakan utilitas bagi perkembangan kawasan industri kami khususnya di PIER," ucap Didik memungkasi.


Sumber :

https://jatim.viva.co.id/kabar/7383-pln-siapkan-suplai-listrik-30-mva-bagi-kawasan-industri-di-pasuruan?page=all

Friday, December 24, 2021

CSR Bank Jatim Peduli untuk Program Jamban Sehat

2500 KK di Kota Pasuruan Ternyata Tak Punya Jamban

19 Desember 2021

Walikota Saifullah Yusuf mengangkat plakat CSR Bank Jatim Peduli untuk program jamban sehat.

Sanitasi yang layak masih menjadi persoalan serius Pemkot Pasuruan. Sebabnya, sampai kini ribuan warga yang tak memiliki jamban. Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Pasuruan, Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Gus Ipul menyebut, berdasar catatan pemkot, ada lebih dari 2.500 KK di Kota Pasuruan yang tak memiliki jamban.

Menurut mantan Wakil Gubernur Jawa Timur tersebut, warga yang tak memiliki jamban sebagian besar berada di wilayah utara Kota Pasuruan. Mereka yang tak punya jamban ini biasanya buang air besar di sungai, atau bahkan di pantai.

“Ini cukup serius. Membahayakan lingkungan dan kesehatan warga,” ujar Gus Ipul, Minggu (19/12/2021).

Untuk mengatasi persoalan itu, pemkot, kata Gus Ipul, telah membuat program jamban keluarga. Pemkot bakal membantu pembuatan jamban keluarga untuk mereka. Anggaran untuk pembuatan jamban itu diambilkan dari pemerintah sendiri maupun dari dana CSR perusahaan di Kota Pasuruan. Biaya pembuatan jamban berkisar antara Rp2 hingga Rp5 juta.

“Ini akan dilakukan tiap tahun dan semoga dua sampai tiga tahun ke depan selesai,” kata Gus Ipul. 


Sumber :

https://www.wartabromo.com/2021/12/19/2500-kk-di-kota-pasuruan-ternyata-tak-punya-jamban/

Wednesday, April 14, 2021

Pasuruan Cocoa Technical Center

Pusat Penelitian Kakao Global Dibuka di Pasuruan 

Mondelez International membangun Pasuruan Cocoa Technical Center (PCTC) sebagai pusat penelitian kakao global untuk penanaman cokelat yang berkelanjutan. Pusat penelitian ini berlokasi di Pasuruan, Jawa Timur. 

Mondelez International adalah pemilik merek global terkenal seperti Oreo, Kraft, Cadbury Dairy Milk, dan Toblerone. Dalam acara peresmian PCTC secara virtual, Rabu (7/10/2020), perihal keberlanjutan kakao jadi salah satu kunci pertumbuhan jangka panjang bagi Mondelez Interantional di kawasan Asia dan dunia. 

Cokelat “Kakao merupakan bahan utama cokelat yang permintaannya terus meningkat," kata  Executive Vice President dan President Asia, Middle East, and Africa Mondelez International, Maurizio Brusadelli.  

"Mondelez International bertekad untuk dapat memenuhi permintaan konsumen tersebut dengan cara yang tepat, yaitu dengan berkontribusi menciptakan sektor kakao yang berkelanjutan," pungkasnya. Indonesia dipilih sebagai lokasi PCTC karena memiliki sejarah panjang penanaman kakao baik dalam skala kecil maupun besar. 

Petani Indonesia juga menjadi produsen kakao paling besar di Asia. 

Pasuruan Cocoa Technical Centre (PCTC) dilengkapi fasilitas penelitian berteknologi canggih yang ditunjang laboratorium, area pasca-panen, fasilitas percobaan agronomi, serta area pembibitan seluas lima hektar.

“PCTC juga dekat dengan Surabaya, pusat transportasi yang besar di Indonesia. Sehingga peneliti kami bisa dengan mudah bolak balik dari laboratorium ke seluruh lokasi pertanian kakao,” kata Global VP RDQ Chocolate and Cocoa Mondelez International, Michelle Pickering. 

Tentang PCTC Mondelez International mendirikan PCTC untuk menemukan praktik pembudidayaan kakao yang inovatif, efektif, dan ramah lingkungan.  Hal ini bertujuan untuk mendorong hasil panen yang tinggi serta berkelanjutan. 

Selain itu juga dapat diterapkan oleh petani kakao secara global. Cocoa Technical Centre ini merupakan pusat kolaborasi antara ilmuwan Mondelez International dengan mitra-mitra penelitian lainnya. Fasilitas canggih PCTC terdiri dari laboratorium khusus dan area pasca-panen dengan fasilitas percobaan agronomi kelas dunia. 

Ada pula area pembibitan khusus dan modul penanaman dengan luas sekitar lima hektar. Di sana, ilmuwan akan meneliti cara pembudidayaan kakao yang paling optimal. Selain itu, ada juga fasilitas berupa nursery dan green house pada PCTC. 

Nursery jadi tempat pembibitan tanaman kakao untuk memastikan kualitasnya tinggi sebelum kemudian ditanam di area luar ruangan. Setelah dari nursery, bibit berkualitas tinggi kemudian akan dipindahkan ke area penanaman. 

“Ada beberapa area penanaman yang berbeda. Setiap area punya tingkat kontrol cahaya, air, dan pupuk yang berbeda. Ini berguna untuk mengetes metode mana yang paling baik untuk pertumbuhan kakao,” jelas Michelle. 

Selain di dalam greenhouse, ada juga area penanaman di luar ruangan yang berguna untuk membandingkan pertumbuhan tanaman kakao di tingkat ketinggian, kepadatan tanah, suhu, curah hujan yang berbeda. 

“Kehadiran Pasuruan Cocoa Technical Center (PCTC) dapat kita jadikan sebuah momentum," papar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Ia menyebutkan PCTC adalah momen untuk mengembangkan dan menerapkan teknologi pertanian kakao yang inovatif, efektif, serta ramah lingkungan yang nantinya dapat mendorong berkembangnya sektor kakao di Indonesia. 

Menurut Michelle, praktik dan teknologi yang dihasilkan dari PCTC ini juga nantinya akan diterapkan oleh para petani kakao yang sudah tergabung dalam Cocoa Life. Cocoa Life adalah program pemberdayaan petani kakao dari Mondelez International. Di Indonesia, telah berjalan sejak 2013 hingga kini telah ada 43.000 petani kakao di delapan kabupaten dan empat provinsi yang sudah bergabung. 

Rencananya PCTC akan memasok 100 persen kebutuhan kakao untuk produksi cokelat melalui program Cocoa Life pada 2025 mendatang. Saat ini, baru sekitar 63 persen kebutuhan kakao yang sudah dipasok lewat program ini.


Sumber :

https://www.kompas.com/food/read/2020/10/08/171200175/pusat-penelitian-kakao-global-dibuka-di-pasuruan?page=all.

Wednesday, March 24, 2021

Jokowi Resmikan Proyek SPAM Umbulan

Resmikan Proyek SPAM Umbulan, Jokowi: Jangan Sampai Tak Masuk Rumah Warga

Senin, 22 Maret 2021 16:44 WIB

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Sistem Penyediaan Air Minum Umbulan di Kabupaten Pasuruan dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Jawa Timur, Senin, 22 Maret 2021. Jokowi menyebut, SPAM Umbulan ini merupakan proyek besar yang menghabiskan anggaran Rp2,05 triliun.

Untuk itu, ia meminta pada pekan ini pihak-pihak yang terlibat dalam pembangunan SPAM Umbulan menggelar rapat dan menghasilkan langkah lanjutan yang diambil agar SPAM Umbulan dapat beroperasi maksimal.

"Jangan sampai proyek besarnya jadi, pipa utamanya selesai, tapi untuk masuk ke rumah tangga terkendala karena siapa yang bertanggungjawab tidak jelas. Apakah PDAM kota/kabupaten, ataukah PDAM tingkat provinsi atau Menteri PU. Tolong segera diselesaikan, saya minta minggu ini sudah ada rapat dan bisa diselesaikan yang tanggung jawab siapa,” tutur Jokowi seperti disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin, 22 Maret 2021.

SPAM Umbulan berkapasitas 4.000 liter per detik. Saat ini realisasinya baru 20 persen atau 900 liter per detik.

"Artinya masih ada 80 persen yang harus segera diselesaikan dari pipa utama sampai masuk ke pipa di rumah tangga. Ini pekerjaan besarnya ada di situ. Oleh sebab itu, saya minta bupati dan wali kota yang akan teraliri air ini agar duduk bersama dengan gubernur, Menteri PUPR, juga manajemen PT Meta (Kontraktor SPAM Umbulan),” ujar Jokowi.

SPAM Umbulan merupakan Proyek SPAM Regional pertama yang dibangun menggunakan skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Infrastruktur penyediaan air ini berasal dari mata air Umbulan di Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, yang disalurkan melalui pipa transmisi air bersih.

"Model pembangunan KPBU ini akan terus kita dorong tidak hanya di Umbulan saja, tapi juga untuk proyek-proyek lain sehingga beban APBN juga akan semakin berkurang dan nanti pengelolaannya justru swasta yang harus bergerak," tutur Jokowi.


Sumber :

https://nasional.tempo.co/read/1444770/resmikan-proyek-spam-umbulan-jokowi-jangan-sampai-tak-masuk-rumah-warga/full&view=ok

Wednesday, September 12, 2018

Proyek Tol Pandaan-Malang Capai 60%


PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) mencatat progress pekerjaan konstruksi jalan tol Pandaan-Malang yang berlokasi di Jawa Timur telah mencapai 60%.

Sejalan dengan itu, luas lahan yang belum dibebaskan untuk proyek tersebut menyisakan 10% dari total kebutuhan.

"Perseroan optimistis dapat menyelesaikan pekerjaan pembangunan proyek Jalan Tol Pandaan-Malang hingga akhir tahun 2018 sehingga jalan tol tersebut dapat langsung dioperasikan secara maksimal pada awal tahun 2019," ujar Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan Lukman Hidayat melalui siaran pers, Senin (10/9/2018).

Lebih lanjut jalan tol yang memiliki panjang 38,48 kilometer (km) tersebut merupakan bagian dari proyek jalan tol Trans Jawa yang pekerjaannya dibagi menjadi 5 (lima) seksi wilayah. Jalan tol ini nantinya akan terhubung dengan Jalan Tol Gempol-Pandaan hingga Gempol-Surabaya.

Jalan Tol Pandaan-Malang merupakan proyek investasi yang dimiliki oleh PT Jasamarga Pandaan Malang dimana kepemilikannya terdiri 3 (tiga) BUMN, yaitu PT Jasamarga (Persero) Tbk sebesar 60%, PT PP (Persero) Tbk sebesar 35% dan PT SMI (Persero) sebesar 5%.

Sedangkan dari segi pembiayaan, proyek jalan tol tersebut menelan biaya investasi hingga Rp 5,97 triliun dimana sumber pendanaan sebesar 30% berasal dari modal perusahaan dan sisanya sebesar 70% berasal dari pinjaman perbankan.

Sebagai tambahan informasi, hingga Juli tahun ini PTPP mencatatkan kontrak baru sebesar Rp 27,19 triliun. Pencapaian tersebut mencerminkan pertumbuhan kontrak baru sekitar 24% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY) sebesar Rp 21,86 triliun.

"Sampai dengan Juli 2018 ini, perseroan berhasil merealisasikan perolehan kontrak baru sebesar 55% dari total target yang ditetapkan oleh Manajemen perseroan, yaitu sebesar Rp 49 triliun di tahun 2018 sehingga Manajemen optimistis target kontrak baru tahun ini akan tercapai," ungkap Lukman.


Sumber :
https://www.cnbcindonesia.com/news/20180910140308-4-32491/proyek-tol-pandaan-malang-capai-60

Sumber foto :
http://www.photomalang.com/2017/02/jalan-tol-malang-pandaan-segera-bisa.html

Friday, July 15, 2016

Proyek Air Umbulan

Digagas Sejak 1973, Proyek Air Umbulan Akhirnya Dimulai

Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan, Kabupaten Pasuruan, akan segara direalisasikan. Penandatanganan Kontrak Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KKPBU) SPAM Umbulan ini akan dilaksanakan pada akhir Juli 2016.

“Keputusan diambil saat Rapat Koordinasi Kemajuan Proyek SPAM Umbulan yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, kemarin,” kata Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf, Kamis (14/7/2016).

Bupati Irsyad hadir dalam rapat koordinasi yang juga dihadiri Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sofjan Djalil, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, perwakilan dari Kabupaten Gresik, Kotamadya Surabaya, Kotamadya Pasuruan dan Kabupaten Sidoarjo.

debit umbulanKKPBU SPAM Umbulan ini merupakan proyek pertama yang tersulit karena melibatkan banyak kabupaten/kota. Proyek penyediaan air Umbulan sudah digagas sejak 1973. Namun karena banyaknya kendala proyek ini akhirnya berlarut-larut dan baru akan dimulai.

SPAM Umbulan melibatkan Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik dengan total nilai investasi sebesar Rp 2,05 triliun (di luar pengadaan tanah).

“Produksi SPAM Umbulan sebesar 4.000 liter/detik akan menjadi sumber air minum bagi kurang lebih 1,3 juta jiwa di 5 daerah,” pungkas Irsyad.


Sumber :
http://www.wartabromo.com/2016/07/14/digagas-sejak-1973-proyek-air-umbulan-akhirnya-dimulai/

Sunday, August 2, 2015

Investasi di Kota Pasuruan

Potensi pengembangan perekonomian di Kabupaten Pasuruan

Posisinya yang berada di jalur segitiga emas Jawa Timur (Malang, Surabaya, Banyuwangi) cukup menjanjikan bagi investor yang ingin menanamkan modal. Pakar statistik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Kresnayana Yahya mengungkapkan, dengan angka pertumbuhan ekonomi yang rata-rata di atas 7% sejak 2007, Kabupaten Pasuruan menjadi salah satu kawasan strategis bagi pengembangan usaha baru.

Apalagi dengan dukungan sarana dan prasarana infrastruktur, termasuk pembangunan tiga ruas jalan tol, Kabupaten Pasuruan diyakini bakal berkembang menjadi segitiga berlian. “Kabupaten Pasuruan memiliki added value (nilai tambah) yang semakin baik. Tingkat pertumbuhan ekonomi yang di atas 7% melebihi pertumbuhan ekonomi Jatim,” kata Kresnayana Yahya pada Bussines Gathering yang diselenggarakan Pemkab Pasuruan.

Berdasar data kependudukan, kata Kresnayana, dari jumlah penduduk sekitar 1,5 juta jiwa, sebanyak 1 juta di antaranya merupakan warga angkatan kerja usia produktif. Jumlah pekerja yang besar ini hanya menanggung kebutuhan ekonomi setengah dari usia produktif tersebut. Nilai upah minimum kabupaten (UMK) yang mencapai Rp2,7 juta per bulan, diyakini Kresnayana bukan menjadi kendala bagi investor. Sebab nilai UMK yang tinggi diimbangi dengan ketersediaan sarana dan infrastruktur memadai.

“Dukungan ketersediaan bahan bakar gas, potensi air yang bersih, serta transportasi yang mudah, justru menjadi faktor efisiensi dalam investasi. Kabupaten Pasuruan akan menjadi pusat suplay chain yang mengintegrasikan hasil produksi pabrik langsung ke konsumen,” kata Kresnayana. Agar pelaku bisnis tidak ragu-ragu berinvestasi di Kabupaten Pasuruan, Kresnayana mendorong Pemkab Pasuruan bergerak cepat mengembangkan potensi ekonomi, khususnya di kawasan exit tol.

Dengan cara ini hasil produksi dari ribuan pabrik di Kabupaten Pasuruan bisa langsung didistribusikan tanpa harus lebih dulu masuk pergudangan di Surabaya. “Kota Bangil dan Pandaan harus didorong menjadi urban area yang menarik dengan dukungan sarana memadai. Kawasan pergudangan harus dibangun untuk mengintegrasikan seluruh hasil produksi menjadi pusat suplay chain ,” ujar dia.

Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf dalam kesempatan sama menyatakan, bakal mengevaluasi tata ruang secara menyeluruh guna mendukung pengembangan potensi ekonomi jangka panjang. Dia sepakat bahwa dukungan sarana prasarana dan infrastruktur jalan tol serta ketersediaan pasokan gas akan menjadi daya tarik bagi investor. “Kami akan membuat cluster- cluster pengembangan kawasan industri, khususnya di kawasan timur Kabupaten Pasuruan.

Layanan perizinan yang mudah dan cepat akan membantu investor dalam pengembangan usaha barunya di Kabupaten Pasuruan,” kata Irsyad. Menurut Irsyad, ekonomi Kabupaten Pasuruan memang sedang tumbuh sangat bagus. Hal ini bisa dilihat dari jumlah pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor industri yang dalam beberapa tahun belakangan meningkat antara 20-30%. Irsyad membeberkan pada 2013, PAD dari sektor ini menyumbang PAD sebesar Rp10 triliun. Jumlah ini meningkat menjadi Rp13,5 triliun pada 2014.

“Pada 2015, saya menaikkan target sekitar 20% atau sekitar Rp16 triliun. Salah satu strateginya adalah pengembangan kawasan timur. Karena kawasan ini adalah jalur utama perdagangan di Jawa Timur yang menjangkau Banyuwangi, Bali, dan Lombok,” kata Irsyad.


Sumber :
http://www.koran-sindo.com/read/1001286/151/pasuruan-pas-untuk-investasi-1431652088

Tuesday, July 7, 2015

Investor Properti di Pasuruan

Kota Pasuruan Kebanjiran Investor Properti

Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) Kota Pasuruan, Mualif Arif, mengatakan, dalam empat tahun terakhir, iklim investasi di Kota Pasuruan meningkat drastis. Dari Rp 77 miliar Tahun 2010 sampai akhir 2014 menjadi Rp 384 miliar.

"Sampai akhir 2015 nanti, kami targetkan tembus Rp 400 miliar," kata Mualif, Selasa (7/7/2015).

Mualif menuturkan, pada triwulan pertama 2015, sudah ada 116 investor dengan nilai Rp 81 miliar. Nilai investasi tertinggi adalah bidang properti.

"Perumahan dan ruko menjadi semakin kompetitif di Kota Pasuruan," bebernya.

Untuk mendukung investasi, Mualif memberikan kemudahan perizinan kepada calon investor, terutama Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).

"Paling lama tiga hari SIUP saya jamin pastj turun. Tak ribet dan ini yang memudahkan investor," urainya.

Hasil evaluasi Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) pembangunan Jalan Lintas Utara (JLU) di Kota Pasuruan menjadi incaran investor untuk berinvestasi, khususnya di wilayah pesisir Kota Pasuruan yang masih menunggu RTRW-nya.

"JLU ini nanti akan menambah daya saing investasi di Kota Pasuruan. Bahkan sudah ada dua investor di bidang perhotelan dan rumah sakit swasta yang akan masuk akhir tahun nanti," bebernya.


Sumber :
http://surabaya.tribunnews.com/2015/07/07/kota-pasuruan-kebanjiran-investor-properti/

Friday, June 19, 2015

Mushola "Di Atas Awan"

Mandiri Syariah Bangun Mushola "Di Atas Awan" Bromo


Mushola paling cantik di Indonesia ada di Bromo, Jawa Timur. Berada sekitar 500 meter sebelum Pananjakan, lokasi tertinggi untuk menikmati sunrise dan sunset di Gunung Bromo.

Areal mushola cukup leluasa. Sekitar 1.800-an meter persegi. Di bangunan utama yang didesain arsitektural zaman Majapahit, menampung sekitar 50-60 orang jemaah. Lalu, pelengkapnya, bangunan lain mirip gazebo ukuran besar multifungsi. Bisa jadi tempat ibadah, tempat istirahat, atau jadi spot alternatif menikmati sunset. Fasilitas lain, ada toilet dan tempat wudhu yang bersih.

Biaya untuk mendirikan mushola sebesar Rp1,4 miliar dan dibangun selama 8 bulan. Yang menarik pengelolanya, bukan hanya beragama Islam tapi ada juga Hindu. Agama ini dianut mayoritas masyarakat sekitar Tengger, tempat Bromo berada. Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa.

Lokasi mushola ini sebenarnya cukup ekstrim. Berada di areal yang menjorok keluar, persis belokan. Masuk ke areal Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger. Proses pembangunannya tidak mudah. Selain membawa naik material yang berat, ada hadangan cuaca yang sering berkabut. Sumber air untuk mushola cukup jauh, sehingga disedot melalui pipa sepanjang 2 kilometer.


http://ratnasusilo.blogspot.com/2015/05/mandiri-syariah-bangun-tempat-ibadah.html

Sunday, May 24, 2015

Pasuruan Akan Bangun Dermaga

Dorong Laju Perekonomian, Pasuruan Akan Bangun Dermaga


Dalam rangka untuk mendorong laju perekonomian yang ada di Kabupaten Pasuruan. Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf mencanangkan pada tahun 2017 nanti, pihaknya akan membangun sebuah dermaga.

“Kami sudah berencana untuk membangun dermaga di wilayah timur, yang nantinya akan mulai dibangun pada tahun 2017,” ujar Irsyad Yusuf kepada beritajatim.com, saat ditemui, Kamis, (14/05/2015).

Irsyad mengatakan, bahwa dermaga yang akan dibangun itu, khusus untuk bersandarnya sejumlah kapal maupun perahu yang tidak hanya berasal dari wilayah kabupaten setempat saja, melainkan dari luar Kabupaten Pasuruan juga bisa bersandar di sana. Dan rencana tersebut dilakukan agar ada keseimbangan pembangunan antara wilayah barat dan timur.

Menurutnya, kawasan timur Kabupaten Pasuruan, berpotensi untuk jalur wisata seiring dengan pembangunan jalur tol jurusan Gempol-Grati yang saat ini masih dalah proses tahap pembangunan.

“Rencananya pembangunan dermaga ini akan ditempatkan di wilayah perairan timur Kabupaten Pasuruan, tepatnya diantara perairan pesisir Kecamatan Lekok dan Nguling,” ucapnya.

Irsyad berharap dengan rencana dibangunnya dermaga tersebut, supaya mampu mempercepat lajunya perekonomian yang ada di wilayah Kabupaten Pasuruan, khususnya di wilayah timur. “Sebab pembangunan dermaga ini ditargetkan agar hasil produksi di wilayah Kabupaten Pasuruan bisa tepat dan lebih meningkat,” pungkasnya. (oci/kun)


Sumber :
http://beritajatim.com/politik_pemerintahan/238131/dorong_laju_perekonomian,_pemkab_pasuruan_akan_bangun_dermaga.html#.VWJZUU-qqkp

Tuesday, May 5, 2015

UMK dan Hengkangnya Pabrik dari Pasuruan


Delapan Pabrik Bakal Hengkang dari Pasuruan

Ketidakpastian penetapan UMK tahun 2014 ternyata menimbulkan keraguan pengembanga para pengusaha. Khususnya sejumlah perusahaan yang berada di wilayah Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan. Pasalnya bila UMK Kabupaten Pasuruan 2014 nanti ditetapkan melebihi dari Rp. 2jt/bulan, maka dapat dipastikan pabrik di wilayah tersebut akan hengkang dari Kabuapten Pasuruan.

Menurut salah seorang General Manager sebuah perusahaan di wilayah Gempol yang berkenan tidak disebutkan namanya menuding selama ini pihak perusahaan sebenarnya sudah memberikan toleransi kenaikan UMK. "Hanya saja pada dua tahun terakhir ini, kenaikan UMK sudah membuat pabrik tertekan dengan biaya operasional," tegasnya, Kamis (07/11/2013).

Bahkan menurut pengakuannya, nilai investasi selama pabrik berdiri mencapai milyaran rupiah. Dengan banyaknya pabrik di suatu daerah dapat dipastikan berimbas pada kesejahteraan penduduk daerah tersebut. Dimana angka pengangguran akan terkurangi dengen adanya penyerapan tenaga kerja.

Bahkan dalam catatannya, selaku pelaku bisnis di kalangan industri yang produksinya semuanya diekspor terdapat 8 perusahaan besar mengancam akan memindahkan usahanya ke daerah lainnya yang memiliki UMK lebih rendah dibanding dengan UMK Kabupaten Pasuruan.

Diantaranya 2 pabrik yang berlokasi PIER, 2 pabrik di Beji dan 4 di Kecamatan Gempol. "Tentu kondisi ini akan mengancam kesejahteraan warga Pasuruan. Untuk itu kami yang tergabung dalam Apindo berharap ada kebijakan yang arif dari Pemkab Pasuruan serta kawan-kawan serikat buruh," tukasnya.


Sumber artikel:
http://www.kabarpasuruan.com/berita-194-delapan-pabrik-bakal-hengkang-dari-pasuruan.html

Sumber foto :
feiraloverain.wordpress.com

Monday, April 13, 2015

Perumahan Kraton Bebas Banjir

Strategis, Bebas Banjir Di Perumahan Kraton Harmoni

Kesempatan besar bagi anda yang tengah mencari hunian. Hanya di Perumahan Kraton Harmoni, anda bakal mendapatkan tempat tinggal yang mampu mewujudkan impian anda.

Terletak di kawasan Jalan Raya Bendungan, perumahan Kraton Harmoni berada di lokasi yang strategis. Baik bagi anda yag berasal dari Surabaya, Malang, serta Probolinggo. Selain itu, hanya butuh 15 menit jarak tempuh bagi anda untuk menuju kota Pasuruan.

Perumahan Kraton Harmoni meyediakan berbagai fasilitas yang menunjang kebutuhan anda. Mulai sarana telekomunikasi, listrik PLN, swalayan, serta berbagai sarana transportasi.

Tak hanya itu, Perumahan Kraton Harmoni juga dilengkapi dengan pengamanan 24 jam. Sehingga tak perlu khawatir di saat anda meninggalkan rumah. Hanya di perumahan ini pula, anda mendapatkan kenyamanan saat hujan karena perumahan ini dijamin bebas banjir.

https://budhitammy.wordpress.com/2010/08/08/strategis-bebas-banjir-di-perumahan-kraton-harmoni/

Dan terbaru disebelah atau didalam perumahan Kraton Harmoni terdapat perumahan baru, yaitu perumahan Puri Kraton, yang juga sama bebas banjir.

Lokasi cukup strategi karena berada di antara PIER (lokasi perindustrian) dan Carefour (lokasi perbelanjaan). Jika dihitung dengan jarak, maka jarak dari perumahan Puri Kraton hanya 5km dengan PIER arah Surabaya, dan juga hanya 5km dengan Carefour arah Probolinggo.

Jika berminat untuk kontrak rumah, bisa klik di http://tentangpasuruan.blogspot.co.id/2015/06/dikontrakkan-rumah-puri-kraton.html

Sunday, January 4, 2015

Mata air Umbulan


Mata air Umbulan adalah sebuah mata air di Desa Umbulan, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan. Mata air Umbulan yang berada di tanah seluas 4,8 hektar. Letaknya sekitar 72 kilometer dari kota Surabaya.

Rencana pemasokan air minum Kota Pasuruan
Debit air Umbulan mencapai sekitar 4 600 liter per detik. Selama ini yang dimanfaatkan baru sekitar 10 persen. Sedang dibangun sebuah jaringan untuk memasok air minum dengan perincian sebagai berikut :

Kota Pasuruan 110 l/detik,
Kabupaten Pasuruan 420 l/detik),
Kabupaten Sidoarjo 1 220 l/detik),
Kota Surabaya 1 000 l/detik),
Kabupaten Gresik 1 000 l/detik)


Debit Mata Air Umbulan Mengalami Penurunan

Pembangunan proyek mata air umbulan yang telah disepakati antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Pasuruan, menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat. Sebagian besar masyarakat yang tinggal di sekitar sumber air umbulan, khawatir dampak proyek umbulan akan mengakibatkan kerusakan lingkungan.

Di Desa Umbulan, sekitar sepuluh tahun yang lalu terdapat sumber mata air Kenongo. Sumber mata air tersebut dulu mengalirkan mata air yang bersih, layaknya sumber air umbulan.
Hanya saja, kini sumber mata air Kenongo, sudah kering dan tidak mengeluarkan air.

Pakar Hydrologi yang juga dosen Universitas Brawijaya Malang, Ir Gunawan Wibisono, mengatakan sumber mata air Umbulan termasuk dalam cakupan wilayah sungai Welang Rejoso (terletak di DAS Rejoso).
Berdasarkan hasil dari  penelitan Puslitbang PU menjelaskan,  telah terjadi penurunan debit mata air Umbulan.

Data pada Februari 2007-2008, terjadi penurunan debit mata air Umbulandari 4051 liter/ detik, menjadi 3278 liter/ detik (head pond). Sedangkan pada debit tapak menunjukan penurunan 4550 liter/detik menjadi 4186 liter/ detik.

Terjadinya penurunan jumlah debit air disebabkan pengambilan air tanah yang berlebihan.  Jumlah sumur bor di Kabupaten Pasuruan dalam kurun waktu 1989-2007 mengalami peningkatan, dari awalnya 97 sumur bor menjadi 735 sumur bor.


Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf, telah menandatangani MoU proyek umbulan dengan Pemprov Jatim. Rencananya, mega proyek sumber air Umbulan bakal dimulai pada 2016.

Dalam pelaksanaan proyek air umbulan, Kabupaten Pasuruan tidak akan mengeluarkan anggaran karena langsung ditangani oleh Pemprov Jatim. Pemkab Pasuruan akan mendapatkan keuntungan yakni mendapat bagi hasil pajak air permukaan sebesar 50 persen.

Sementara itu, sejak 2010 lalu, rencana proyek itu sudah dikritik oleh puluhan LSM di Kota dan Kabupaten Pasuruan. Mereka menyatakan air Umbulan adalah aset Pasuruan dan milik rakyat Pasuruan, dimana pemkot dan pemkab harus bisa mempertahankan jangan sampai dimanfaatkan oleh pihak ketiga.


Setiap detik, 5.000 liter air Umbulan terbuang ke laut

Tarik ulur rencana pembangunan megaproyek sumber air Umbulan tidak hanya menimbulkan ketidakpastian, tetapi juga terbuangnya potensi sumber daya air yang melimpah. Dalam setiap detik, sebanyak 5.000 liter air dari sumber air Umbulan, terbuang ke laut.

Megaproyek Umbulan yang digagas tahun 1986 selalu terjadi kebuntuan. Terakhir dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Presiden RI, 31 Agustus 2010 lalu, proyek Umbulan kembali ditetapkan sebagai satu dari lima proyek percontohan (showcase).

Kelima proyek itu yakni, proyek Kereta Api Bandara Soekarno Hatta–Manggarai, jalan tol Medan–Kuala Namu, Sumatera Utara, Cruise Terminal Tanah Ampo, Bali, proyek pembangkit listrik Jawa Tengah serta Proyek Kerjasama Pemerintah Swasta-Sistem Penyediaan Air Minum (KPS-SPAM) Umbulan Jawa Timur.

Wakil Gubernur (Wagub) Jatim, Syaifullah Yusuf, mengungkapkan, proyek Umbulan ini diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan air bersih bagi 1,3 juta jiwa di lima wilayah yakni Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik. Proyek Umbulan ini juga sebagai program konservasi lintas kabupaten yang terstruktur.

"Setiap detik air Umbulan terbuang cuma-cuma kelaut. Ini sudah berlangsung puluhan tahun. Jika proyek ini berjalan, dapat memenuhi air bersih bagi 1,3 juta jiwa dilima kabupaten dan kota," kata Wagub Syaifullah Yusuf dalam Diskusi Panel "Megaproyek Umbulan, untuk Siapa?" yang diselenggarakan PWI Pasuruan, Rabu (9/10/2013).

Ketua DPRD Kota Pasuruan, Ismail Marzuki, menyatakan Pemkot Pasuruan secara de jure dan de facto adalah pemilik sumber air Umbulan sesuai dokumen kepemilikan sejak zaman Belanda. Karenanya, ia memberikan syarat agar harga yang diberlakukan untuk warga Kota Pasuruan lebih murah dibanding daerah lain.

Pakar Hidrologi Universitas Brawijaya Malang, Dr Gunawan Wibisono, menyatakan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, terjadi penurunan debit air di sekitar sumber air Umbulan. Beberapa diantaranya adanya pengambilan air tanah untuk industri di hilir mata air Umbulan sekira 620 liter/detik berasal dari 150 buah sumur bor.

Selain itu juga adanya aktivitas illegal drilling yang diperkirakan sebanyak 75 sumbur bor di sekitar Kecamatan Gondang wetan, Winongan, Pasrepan, Grati dan Rejoso.

"Masyarakat sudah menunggu realisasi proyek Umbulan. Berbagai persoalan yang timbul, harus diselesaikan dengan permusyawaratan melalui pembentukan Dewan sumber Daya Air. Dewan ini akan mewakili kepentingan semua pihak dalam mengintegrasikan berbagai kepentingan," kata alumnus program doktoral Environmental Science Murdoch University Westren Australia ini.

Sementara itu, politikus Misbakhun kembali mengingatkan agar transparan dalam pelaksanaan megaproyek Umbulan. Bahwa kebijakan publik yang diputuskan jangan sampai menimbulkan kecerobohan. Karena proyek Umbulan ini berdampak sangat besar terhadap masyarakat.

"Kami tidak pernah menolak proyek Umbulan. Tapi kami ingin mengingatkan bahwa proyek ini harus dilakukan secara transparan. Masyarakat mendapat apa dari proyek tersebut, demikian juga apa yang didapatkan pemkab atau pemkot," kata Misbakhun yang beberapa waktu lalu bersuara lantang tentang proyek Umbulan.


Menurut Soekarwo, mata air Umbulan memiliki kualitas terbaik kedua di dunia setelah di Chili. Air Umbulan berasal dari hujan yang masuk ke dalam cekungan bawah anah melaui lautan pasir Bromo. Sumber tersebut merupakan aset negara yang harus digunakan sebaik-baiknya bagi kepentingan umum.


Sumber :
http://id.wikipedia.org
http://surabaya.tribunnews.com
http://www.merdeka.com
http://daerah.sindonews.com
http://www.wartabromo.com

Saturday, October 18, 2014

Tempat Pengolahan Sampah Terpadu


Warga Perumnas Kraton Harmoni , terimakasih kepada Bupati Pasuruan

Setelah terjadi tarik ulur pembangunan TPST di perumahan kraton harmoni kraton Pasuruan, akhirnya minggu (19/10)  pembangunan tersebut di sepakati oleh  warga perumahan kraton harmoni RW XI bendungan kraton pasuruan.

Sebelumnya Infomasi yang simpang siur itu membuat  warga resah, sehingga sebagian warga terpengaruh isu-isu yang tidak sesuai di lapangan ikut menolak. Penolakan oleh sekelompok warga itu, Khusus RT.05,  akhirya membuat warga berfikir dewasa dan menginginkan pembangunan TPST itu tetap di bangun di lingkungan perumahan Kraton Harmoni.

Atas berkat rahmat allah swt, minggu (19/10) warga RW.XI  bersama pelaksana proyek menggelar   syukuran atas di mulainya pembangunan tempat pengolahan sampah terpadu  (TPST) proyek dari kementrian Perumahan Rakyat melalui  pemerintah kabupaten Pasuruan cipta karya  di lingkungan. Perumahan kraton harmoni.

Budi Suprapto ketua RW XI kraton Harmoni di dampingi tokoh masyarakat ( Puspo, abah Mamad, Supriyadi dan kusbandrio) mengatakan “ ya saya atas nama warga perumahan Kraton Harmoni mengucapkan Terimakasih atas di mulainya pembangunan  TPST ini semoga bermanfaat bagi masyarakat dan atas nama warga RW XI. (RT 1,2,3,4) sekali lagi kami mengucapkan  terimakasih kepada  Bupati pasuruan melalui dinas cipta karya salam hormat dan sukses selalu untuk menuju kabupaten Pasuruan yang bemasalakhat “ katanya.


Sumber :
http://www.wartajatim.com

Monday, September 8, 2014

Tol Gempur, Gempa dan Gempas


Rencana dan persiapan pembangunan tiga ruas jalan tol Gempol-Porong (Gempur), Gempol-Pandaan (Gempa), dan Gempol-Pasuruan (Gempas) kian matang. Saat ini tim khusus dari panitia pengadaan tanah (P2T) untuk sesi I tol Gempas sudah hampir selesai.

Untuk tol Gempol-Pandaan, P2T sudah menyelesaikan pekerjaan besar mereka hingga 77,17 persen. Ini dibuktikan dengan telah dilakukannya realisasi uang ganti rugi Rp 113,89 miliar untuk tanah seluas 77,785 hektare. Sisanya masih dalam proses.

Sementara untuk jalan tol Gempas sesi I, baru terselesaikan pembayaran UGR untuk tanah seluas 5 hektare. Baru sekitar 3,72 persen yang baru diselesaikan dari target pembebasan lahan yang telah ditetapkan.

Persiapan jalan tol Gempol-Pasuruan merupakan ruas jalan tol baru yang paling panjang dibanding tol Porong-Gempol, ataupun Gempol Pandaan.

Tol Gempas itu akan melewati jalan sepanjang 34,14 km, dengan luas lahan sekitar 280 ha. Untuk itu, pemerintah harus menyiapkan dana yang tidak sedikit. Sekitar Rp 354 miliar yang harus digelontor dalam rangka pembebasan lahan tersebut.

Ruas jalan tol di Jawa Timur bakal bertambah lagi. Mulai 2013 akan dibangun tol Gempol-Pasuruan seksi 1 sepanjang 13,39 kilometer. Tol ini diperkirakan bakal selesai 2014.


Jalan Tol Gempol-Pasuruan Seksi 1 adalah bagian dari rangkaian jalan Tol Gempol-Pasuruan sepanjang 34,15 km yang membentang dari Bundaran Gempol sampai Kecamatan Grati. Tol Gempol-Pasuruan ini dibagi menjadi 3 seksi yang keseluruhan pengerjaannya diperkirakan memakan waktu sekitar 3 tahun.

Seksi 2 dimulai dari titik Rembang dan berakhir di Kota Pasuruan.

Sementara seksi 3 dari Kota Pasuruan sampai Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan.

Pembangunan Tol Gempol-Pasuruan menelan anggaran sekitar Rp 2,7 triliun, dengan komposisi 30% modal sendiri, dan 70% dari sindikasi bank yang berasal dari Bank Jatim, Bank Mandiri, BNI, dan BRI.

Lintasan jalan tol Gempas sendiri tidak hanya melewati wilayah Kabupaten Pasuruan. Tapi juga ada empat kelurahan di wilayah Kota Pasuruan yang juga dilewati. Baru kemudian kembali melintasi area kabupaten dari Gondangwetan, Rejoso, dan berakhir di Grati.

Lintasan tersebut, imbuh Marhendra, akan melintasi Kecamatan Gempol di Desa Winong. Untuk Kecamatan Beji, di Desa Wonokoyo, Gunung gangsir, Gunungsari, Beji, Gajah bendo, Kenep, dan Sidowayah.

Dilanjutkan dengan wilayah Kecamatan Bangil Desa Kolursari, dan Kecamatan Rembang di Desa Oro-oro Ombo Kulon, Oro-oro Ombo Wetan, Pekoren, Pejangkungan, dan Kecamatan Kraton di Desa Curah Dukuh.


Sumber :
http://www.pasuruan.info
http://finance.detik.com

Related Posts