Showing posts with label Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Bisnis. Show all posts

Saturday, September 23, 2023

Listrik 30 MVA bagi Kawasan Industri di Pasuruan

PLN Siapkan Suplai Listrik 30 MVA bagi Kawasan Industri di Pasuruan 

Sabtu, 23 September 2023

Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyatakan kesiapan menyuplai kebutuhan energi listrik bagi kawasan industri di Pasuruan yang dikenal dengan PIER, atau Pasuruan Industrial Estate Rembang. Komitmen ini disampaikan General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur, Agus Kuswardoyo, di sela kegiatan penandatanganan kerjasama antara PLN sebagai penyedia utama utilitas kelistrikan, dengan PT Surabaya Industrial Estate Rungkut di Surabaya, Sabtu 23 September 2023. 

"Salah satu wujud dari implementasi misi PLN ialah mewujudkan listrik sebagai pendorong kegiatan ekonomi, yang pada kesempatan ini telah dilakukan penandatangan untuk penyediaan suplai kelistrikan sebesar 30 MVA," terang Agus. 

Agus menambahkan, sistem kelistrikan Jawa Timur saat ini masih mengalami surplus dengan cadangan daya sebesar 2.754 MW. Sehingga dipastikan mampu untuk memenuhi kebutuhan kelistrikan di sentra-sentra industri baru Jawa Timur. 

"Tim kami akan terus mengkaji kebutuhan tambahan atau proyeksi industri baru di kawasan PIER seperti PT Evergreen 3465 kVA, PT Onduline Indonesia 690 kVA, PT Cell 555 kVA. Sementara saat ini disuplai dari Gardu Induk PIER, nanti akan dikaji lebih lanjut untuk kebutuhan penambahan infrastruktur kelistrikan lainnya. PLN siap memfasilitasi," lanjutnya. 

Pihaknya juga menyatakan terus berkomitmen dalam mendukung pertumbuhan industri di Jawa Timur. Hal itu ditunjukkan dengan semakin banyaknya konsumsi listrik di sektor industri. Dia lalu merinci, penjualan tenaga listrik hingga Bulan Agustus telah mencapai 27,3 TWh. 

Sementara di sektor industri PLN telah melayani 110.058 pelanggan dengan daya hingga 7.487 MVA dan menyumbang 41,23% dari penjualan tenaga listrik di Jawa Timur. Sementara itu, Direktur PT SIER Didik Prasetiyono sebagai pengelola kawasan PIER menyampaikan apresianya kepada PLN. 

Ia berharap dengan adanya momentum ini kedepannya bisa menarik investasi-investasi lain untuk masuk guna mendukung pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur lebih baik lagi. "Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN yang telah melakukan dukungan selama ini untuk terus menyediakan utilitas bagi perkembangan kawasan industri kami khususnya di PIER," ucap Didik memungkasi.


Sumber :

https://jatim.viva.co.id/kabar/7383-pln-siapkan-suplai-listrik-30-mva-bagi-kawasan-industri-di-pasuruan?page=all

Tuesday, May 21, 2019

Lahir Pendiri Go-Jek Nadiem Makarim

Ibu Pasuruan, Bapak Pekalongan, Lahir Pendiri Go-Jek Nadiem Makarim


Pendiri dan CEO Go-Jek Nadiem Anwar Makarim lahir pada 4 Juli 1984 dari pasangan Nono Anwar Makarim dan Atika Algadri. Ayahnya adalah seorang aktivis dan pengacara terkemuka, sedangkan ibunya adalah seorang penulis lepas.

"Saya SD di Indonesia, rumah selalu di Jakarta, background saya ibu lahir Pasuruan, ayah saya Pekalongan," ujar Nadiem kepada detikcom di Go-Food Festival GBK Jakarta, pada Senin (20/5/2019).

Bukan hanya Nadiem yang lahir dari orang tua berbeda budaya, ayahnya, Nono Anwar Makarim yang juga adalah salah satu pendiri kantor hukum Makarim & Taira Sjuga, lahir dari orang tua berbeda budaya, yaitu Minang dan Arab.

Sementara itu ibunya adalah putri dari Hamid Algadri, yang merupakan keturunan Pasuruan-Arab.

Yang menarik, kakeknya dari sang ibu adalah seorang pejuang perintis kemerdekaan Indonesia yang berjasa dalam perundingan Linggarjati, perundingan Renville, KMB, dan salah satu anggota parlemen pada masa awal berdirinya Negara Republik Indonesia.

"Tapi dari bapak saya itu dari Bukittinggi, jadi saya ada Sumatera, Madura-nya, ada Jawa Timur, ada Jawa Tengah, terus campuran Arab," ungkapnya.

Nadiem menjalankan pendidikan dasar hingga SLTA berpindah-pindah dari Jakarta ke Singapura. Usai tamat SMA, ia mengambil jurusan International Relations di Brown University Amerika Serikat, yang dilanjutkan dengan mengambil pasca-sarjana dengan gelar Master of Business Administration di Harvard Business School.

"Tapi karena saya punya perspektif sekolah di luar negeri, saya bisa balik lalu melihat hal-hal dengan lensa yang baru," tambahnya.

Tidak langsung fokus merintis Go-Jek, pada 2006, Nadiem memulai kariernya sebagai konsultan manajemen di McKinsey & Company. Setelah memperoleh gelar MBA, ia terjun sebagai pengusaha dengan mendirikan Zalora Indonesia sebagai Managing Editor.

Setelah keluar dari Zalora, fans berat ketoprak ini kemudian menjabat sebagai Chief Innovation Officer (CIO) Kartuku, sebelum akhirnya fokus mengembangkan Go-Jek yang telah ia rintis sejak 2011.

Dalam merintis Go-Jek ia menjelaskan latar belakang pendidikannya di Harvard membuat masyarakat banyak yang mempertanyakan upayanya merintis Go-Jek.

"Salah satu yang bikin susah itu saya lulusan Harvard, semua ekspektasi orang lulusan Harvard itu kerja kantoran, ngapain buang-buang waktu bikin perusahaan ojek, jadinya nggak banyak orang yang percaya, itu yang paling sulit," ungkapnya.

Setelah mampu mengabaikan dan tetap fokus dengan Go-Jek, pada 2014 Nadiem memutuskan untuk menikah dengan Franka Franklin. Franka adalah cucu dari artis lawas Indriati Iskak yang terkenal dari film Tiga Dara.

Sama dengan Nadiem, Franka awalnya berkarya di negeri orang, hingga waktu dia merasa terpanggil untuk kontribusi kembali di Indonesia pada 2010 sebagai Spesialis Komunikasi Strategis di gerakan pendidikan sosial Indonesia Mengajar.


Sumber :
https://inet.detik.com/cyberlife/d-4558685/ibu-pasuruan-bapak-pekalongan-lahir-pendiri-go-jek-nadiem-makarim?tag_from=wp_nhl_judul_13&_ga=2.149075765.2075583459.1558425904-1549130391.1509338617

Sunday, April 15, 2018

Kenduruan

Kenduruan adalah desa yang berada di Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Indonesia. Salah satu yang terkenal dari desa Kenduruan adalah tape singkong, tepatnya di Dusun Jasem Kelurahan Kenduruan Kecamatan Sukorejo Pasuruan.

Jika sebelumnya kita mengenal tape singkong dari Kota Bondowoso, ternyata ada juga tape dari Kota Pasuruan. Tape khas Kenduruan ini dikemas dengan cara dibungkus dengan tas plastik kedap udara alias tas kresek.

Konon mereka mampu memroduksi tape hingga 2 kuintal bahkan hingga 4 kuintal singkong


Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Kenduruan,_Sukorejo,_Pasuruan
http://kenduruhan.blogspot.co.id/2011/08/tape-singkong-kenduruan.html
http://mangga-alpukat-perkebunan-kampung-tape.business.site/
https://www.jawapos.com/radarbromo/read/2018/01/25/43419/sentra-tape-di-kenduruan-sukorejo-yang-jadi-usaha-turun-temurun

Sunday, April 17, 2016

Apel Pasuruan

Apel Pasuruan Mampu Kuasai Pasar Nasional


Keberadaan buah apel identik dengan nama Kota Malang maupun Kota Batu. Padahal sebenarnya buah apel tidak saja dimiliki Malang atau Batu saja. Di Kabupaten Pasuruan juga memiliki daerah khusus apel yang tidak kalah kualitasnya dengan kedua nama besar tersebut. Seperti di Kecamatan Tutur atau Nongkojajar dan Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan.        

Di Kecamatan Tutur memiliki berbagai jenis apel unggulanseperti apel Manalagi, apel Anna dan apel Rhona  Beauty. Apel Tutur dan Puspo sekarang ini telah menguasai pasaran di Malang, Batu, Bali hingga Semarang, Surabaya serta Jakarta. “Kabupaten Pasuruan sekarang ini memiliki 2.891.640 pohon apel,” ungkap Ihwan Khairat, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Pasuruan.
       
Pohon sebanyak itu, Kabupaten Pasuruan mampu memproduksi apel setiap tahunnya sebanyak 150.059 ton. Setiap pohon mampu menghasilkan buah sebanyak 51.89 kilogram. Dalam satu tahunnya apel mampu panen dua kali yakni antara Januari – Maret dan Juli – Agustus.  Diakui Ihwan Khairat, selama ini branding buah apel masih kalah dengan Malang dan Batu.
       
Seperti disampaikan Ihwan Khairat, pihaknya memacu para petani apel untuk terus mengikuti berbagai pameran-pameran di luar daerah. Tujuan utamanya adalah menciptakan branding apel dari Pasuruan.

“Kabupaten Pasuruan ini memiliki lima hasil pertanian yang menjadi unggulan. Diantaranya, bunga krisan, bunga sedap malam, buah apel dan kentang,” papar Ihwan.
       
Masih kata Ihwan, program yang dapat diberikan pemerintah kepada petani adalah membantu kemasan merk Kabupaten Pasuruan. Sehingga bagi pengunjung atau tengkulak luar daerah tetap membawa merk Pasuruan dan bukan daerahnya. Seperti nama Malang dan Batu. Selain memberikan kemasan bermerk Pasuruan, dinas juga menggelar berbagai event untuk mengenalkan apel Pasuruan, yaitu festival apel.

Sumber :
http://www.beritametro.co.id/pasuruan/apel-pasuruan-mampu-kuasai-pasar-nasional

Friday, November 13, 2015

Kopi Suwuk Khas Pasuruan

Menikmati Aroma Kopi Suwuk Khas Pasuruan


Mungkin belum banyak yang mengenal jenis kopi robusta dari Pasuruan. Buah kopinya berwarna merah dan tumbuh subur di lereng pegunungan di Des Nongkojajar, Pasuruan, Jawa Timur.

Bagi warga sekitar jenis kopi ini dikenal dengan nama kopi petik merah atau kopi suwuk. Seperti ditayangkan Liputan 6 Siang SCTV, Jumat (7/8/2015), terdapat hampir 30 hektare kebun kopi suwuk yang kini mulai dikelola sebagai agrowisata.

Berbeda dengan jenis lain, kopi suwuk terasa lebih segar dengan aroma yang kuat. Karena itu kopi ini banyak diminati di pasar Asia seperti Jepang, Malaysia, dan Singapura.

Pada musim kemarau, kopi suwuk justru tumbuh lebih berkualitas. Para wisatawan berdatangan khusus untuk melihat langsung pemetikan biji kopi hingga proses pengolahannya.

Sembari menikmati secangkir kopi panas, wisatawan juga bisa melihat pemandangan eksotik Gunung Bromo. Tak salah bila agrowisata ini menjadi alternatif pilihan liburan di akhir pekan Anda.


Sumber:
http://tv.liputan6.com/read/2288560/menikmati-aroma-kopi-suwuk-khas-pasuruan
http://www.beritatrans9.com/?p=8438

Sunday, August 2, 2015

Investasi di Kota Pasuruan

Potensi pengembangan perekonomian di Kabupaten Pasuruan

Posisinya yang berada di jalur segitiga emas Jawa Timur (Malang, Surabaya, Banyuwangi) cukup menjanjikan bagi investor yang ingin menanamkan modal. Pakar statistik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Kresnayana Yahya mengungkapkan, dengan angka pertumbuhan ekonomi yang rata-rata di atas 7% sejak 2007, Kabupaten Pasuruan menjadi salah satu kawasan strategis bagi pengembangan usaha baru.

Apalagi dengan dukungan sarana dan prasarana infrastruktur, termasuk pembangunan tiga ruas jalan tol, Kabupaten Pasuruan diyakini bakal berkembang menjadi segitiga berlian. “Kabupaten Pasuruan memiliki added value (nilai tambah) yang semakin baik. Tingkat pertumbuhan ekonomi yang di atas 7% melebihi pertumbuhan ekonomi Jatim,” kata Kresnayana Yahya pada Bussines Gathering yang diselenggarakan Pemkab Pasuruan.

Berdasar data kependudukan, kata Kresnayana, dari jumlah penduduk sekitar 1,5 juta jiwa, sebanyak 1 juta di antaranya merupakan warga angkatan kerja usia produktif. Jumlah pekerja yang besar ini hanya menanggung kebutuhan ekonomi setengah dari usia produktif tersebut. Nilai upah minimum kabupaten (UMK) yang mencapai Rp2,7 juta per bulan, diyakini Kresnayana bukan menjadi kendala bagi investor. Sebab nilai UMK yang tinggi diimbangi dengan ketersediaan sarana dan infrastruktur memadai.

“Dukungan ketersediaan bahan bakar gas, potensi air yang bersih, serta transportasi yang mudah, justru menjadi faktor efisiensi dalam investasi. Kabupaten Pasuruan akan menjadi pusat suplay chain yang mengintegrasikan hasil produksi pabrik langsung ke konsumen,” kata Kresnayana. Agar pelaku bisnis tidak ragu-ragu berinvestasi di Kabupaten Pasuruan, Kresnayana mendorong Pemkab Pasuruan bergerak cepat mengembangkan potensi ekonomi, khususnya di kawasan exit tol.

Dengan cara ini hasil produksi dari ribuan pabrik di Kabupaten Pasuruan bisa langsung didistribusikan tanpa harus lebih dulu masuk pergudangan di Surabaya. “Kota Bangil dan Pandaan harus didorong menjadi urban area yang menarik dengan dukungan sarana memadai. Kawasan pergudangan harus dibangun untuk mengintegrasikan seluruh hasil produksi menjadi pusat suplay chain ,” ujar dia.

Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf dalam kesempatan sama menyatakan, bakal mengevaluasi tata ruang secara menyeluruh guna mendukung pengembangan potensi ekonomi jangka panjang. Dia sepakat bahwa dukungan sarana prasarana dan infrastruktur jalan tol serta ketersediaan pasokan gas akan menjadi daya tarik bagi investor. “Kami akan membuat cluster- cluster pengembangan kawasan industri, khususnya di kawasan timur Kabupaten Pasuruan.

Layanan perizinan yang mudah dan cepat akan membantu investor dalam pengembangan usaha barunya di Kabupaten Pasuruan,” kata Irsyad. Menurut Irsyad, ekonomi Kabupaten Pasuruan memang sedang tumbuh sangat bagus. Hal ini bisa dilihat dari jumlah pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor industri yang dalam beberapa tahun belakangan meningkat antara 20-30%. Irsyad membeberkan pada 2013, PAD dari sektor ini menyumbang PAD sebesar Rp10 triliun. Jumlah ini meningkat menjadi Rp13,5 triliun pada 2014.

“Pada 2015, saya menaikkan target sekitar 20% atau sekitar Rp16 triliun. Salah satu strateginya adalah pengembangan kawasan timur. Karena kawasan ini adalah jalur utama perdagangan di Jawa Timur yang menjangkau Banyuwangi, Bali, dan Lombok,” kata Irsyad.


Sumber :
http://www.koran-sindo.com/read/1001286/151/pasuruan-pas-untuk-investasi-1431652088

Sunday, May 24, 2015

Pasuruan Akan Bangun Dermaga

Dorong Laju Perekonomian, Pasuruan Akan Bangun Dermaga


Dalam rangka untuk mendorong laju perekonomian yang ada di Kabupaten Pasuruan. Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf mencanangkan pada tahun 2017 nanti, pihaknya akan membangun sebuah dermaga.

“Kami sudah berencana untuk membangun dermaga di wilayah timur, yang nantinya akan mulai dibangun pada tahun 2017,” ujar Irsyad Yusuf kepada beritajatim.com, saat ditemui, Kamis, (14/05/2015).

Irsyad mengatakan, bahwa dermaga yang akan dibangun itu, khusus untuk bersandarnya sejumlah kapal maupun perahu yang tidak hanya berasal dari wilayah kabupaten setempat saja, melainkan dari luar Kabupaten Pasuruan juga bisa bersandar di sana. Dan rencana tersebut dilakukan agar ada keseimbangan pembangunan antara wilayah barat dan timur.

Menurutnya, kawasan timur Kabupaten Pasuruan, berpotensi untuk jalur wisata seiring dengan pembangunan jalur tol jurusan Gempol-Grati yang saat ini masih dalah proses tahap pembangunan.

“Rencananya pembangunan dermaga ini akan ditempatkan di wilayah perairan timur Kabupaten Pasuruan, tepatnya diantara perairan pesisir Kecamatan Lekok dan Nguling,” ucapnya.

Irsyad berharap dengan rencana dibangunnya dermaga tersebut, supaya mampu mempercepat lajunya perekonomian yang ada di wilayah Kabupaten Pasuruan, khususnya di wilayah timur. “Sebab pembangunan dermaga ini ditargetkan agar hasil produksi di wilayah Kabupaten Pasuruan bisa tepat dan lebih meningkat,” pungkasnya. (oci/kun)


Sumber :
http://beritajatim.com/politik_pemerintahan/238131/dorong_laju_perekonomian,_pemkab_pasuruan_akan_bangun_dermaga.html#.VWJZUU-qqkp

Wednesday, May 13, 2015

Segitiga Emas Pasuruan

Dihadiri Pengusaha Dalam dan Luar Kota


Persiapan event Business Gathering dan launching buku Segitiga Emas kian dimantapkan. Panitia dari BP3M  Kabupaten Pasuruan dan Jawa Pos Radar Bromo sudah mengedarkan undangan pada pengusaha.

Mulai pengusaha, juga dari luar seperti Surabaya hingga Jakarta. Sejumlah pengusaha Jakarta saat dikonfirmasi kedatangannya menyatakan siap hadir. “Insya Allah, kami akan hadir dan transit dulu di Surabaya sebelum hari-H,” ujar Wachid Hasim, CEO PT Isargas saat ditemui panitia di Jakarta, pekan lalu.

Wachid juga sempat membuka sekilas isi buku Segitiga Emas Kabupaten Pasuruan. Menurutnya, buku ini bisa menjadi refrensi para pebisnis untuk mengetahui di mana akan menanamkan investasi.

“Dari sisi mapping areanya su dah cukup jelas,” tegasnya. Hal senada juga diungkapkan Hatim lwan, manajer Public Relation dan CSR PT Pertagas. Jika tidak ada halangan, ia bakal hadir dalam temu pengusaha itu.

Dua ratus pengusaha yang diundang bakal dihadiahi buku Segitiga Emas. Pelaksanaannya sendiri di Hotel dan Resto Jack Nicklaus The Taman Dayu Pandaan pada Rabu, 13 Mei 2015 mendatang. (radar)


Sumber :
http://www.kabarbromoterkini.com/2015/05/11/dihadiri-pengusaha-dalam-dan-luar-kota/

Tuesday, May 5, 2015

UMK dan Hengkangnya Pabrik dari Pasuruan


Delapan Pabrik Bakal Hengkang dari Pasuruan

Ketidakpastian penetapan UMK tahun 2014 ternyata menimbulkan keraguan pengembanga para pengusaha. Khususnya sejumlah perusahaan yang berada di wilayah Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan. Pasalnya bila UMK Kabupaten Pasuruan 2014 nanti ditetapkan melebihi dari Rp. 2jt/bulan, maka dapat dipastikan pabrik di wilayah tersebut akan hengkang dari Kabuapten Pasuruan.

Menurut salah seorang General Manager sebuah perusahaan di wilayah Gempol yang berkenan tidak disebutkan namanya menuding selama ini pihak perusahaan sebenarnya sudah memberikan toleransi kenaikan UMK. "Hanya saja pada dua tahun terakhir ini, kenaikan UMK sudah membuat pabrik tertekan dengan biaya operasional," tegasnya, Kamis (07/11/2013).

Bahkan menurut pengakuannya, nilai investasi selama pabrik berdiri mencapai milyaran rupiah. Dengan banyaknya pabrik di suatu daerah dapat dipastikan berimbas pada kesejahteraan penduduk daerah tersebut. Dimana angka pengangguran akan terkurangi dengen adanya penyerapan tenaga kerja.

Bahkan dalam catatannya, selaku pelaku bisnis di kalangan industri yang produksinya semuanya diekspor terdapat 8 perusahaan besar mengancam akan memindahkan usahanya ke daerah lainnya yang memiliki UMK lebih rendah dibanding dengan UMK Kabupaten Pasuruan.

Diantaranya 2 pabrik yang berlokasi PIER, 2 pabrik di Beji dan 4 di Kecamatan Gempol. "Tentu kondisi ini akan mengancam kesejahteraan warga Pasuruan. Untuk itu kami yang tergabung dalam Apindo berharap ada kebijakan yang arif dari Pemkab Pasuruan serta kawan-kawan serikat buruh," tukasnya.


Sumber artikel:
http://www.kabarpasuruan.com/berita-194-delapan-pabrik-bakal-hengkang-dari-pasuruan.html

Sumber foto :
feiraloverain.wordpress.com

Sunday, September 7, 2014

Carrefour Pasuruan


Carrefour Buka Gerai di Pasuruan
Senin, 08/08/2011 19:45 WIB

PT Carrefour Indonesia akan kembali membuka gerai terbarunya di Pasuruan, Jawa Timur. Toko ke-83 ini rencananya akan mulai diresmikan pada tanggal 15 Agustus 2011.

Tanggal 15 Agustus ini toko ke-83 Carrefour dibuka di Pasurusuan tepatnya di Jalan Sudirman. Toko Carrefour baru yang memiliki luas 3.800 meter persegi hanya akan seluas supermarket, bukan hipermarket. Dengan dibukanya toko yang baru ini akan semakin mendorong perekonomian di Pasuruan sendiri.

Tidak kurang 80% tenaga kerja akan diambil dari Pasuruan dan 20% dari existing kita.

Selain dengan merekrut tenaga kerja yang berasa dari kawasan sekitar, nantinya Carrefour yang baru juga akan menunjang perekonomian Pasuruan dengan mengedepankan Usaha Kecil Menengah (UKM) dari Pasuruan sendiri. Tidak kurang 700 UKM sudah bergabung.

Pada tahun 2011 Carrefour akan melengkapi tokonya menjadi 85 dengan membuka 2 toko baru lagi sampai dengan akhir tahun.


Sumber :
http://finance.detik.com

Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER)


PT.SIER juga mengelola 3 kawasan industri yaitu di Surabaya Industrial Estate Rungkut, Sidoarjo Industrial Estate Berbek dan Pasuruan Industrial Estate Rembang.

PIER merupakan kawasan industri terbesar yang ada di Kabupaten pasuruan, dan merupakan kawasan industri terbesar ke-2 setelah SIER. Terdapat puluhan perusahaan yang berada di kawasan industri ini, baik perusahaan modal asing (PMA) atau perusahaan lokal.

Awal tahun PT Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) menawarkan lahan sekitar 263 hektare bagi investor baru atau yang ingin merelokasi pabrik dari total lahan kawasan industri PIER seluas 563 hektare, kini sudah terbangun pabrik sekitar 300 ha.

Ada lima industri yang sudah menempati lahan di PIER seperti pabrik makanan dan minuman, packaging, kimia dan bidang konstruksi. Dia menjelaskan tiga dari lima industri baru maupun relokasi itu merupakan perusahaan dari penanaman modal asing (PMA) dan sisanya adalah perusahaan domestik.

Kebanyakan industri yang melakukan relokasi adalah karena terkena dampak penaikkan UMR. Terutama industri yang sebelumnya berlokasi di kota-kota besar. "Mau tidak mau, mereka pindah, apalagi ditambah biaya operasional seperti tarif listrik yang berkali-kali naik tahun lalu.

Data detail dari Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) adalah sebagai berikut:

LUAS : 518 Ha
STATUS : EXISTING
PENGELOLA : PT. SIER
KETERSEDIAAN LAHAN : Lahan yang masih tersedia 200 Ha
HARGA LAHAN : 750000
HARGA SEWA : 700000
JUMLAH TENAGA KERJA :23000
LINK SITUS KAWASAN : sier-pier.com

JUMLAH PERUSAHAAN : 119
Jenis Industri yang terdapat pada Kawasan Industri : Industri berbasis Makanan dan Minuman : 13 Perusahaan Industri berbasis Kimia : 19 Perusahaan Industri berbasis Manufaktur : 87 Perusahaan

30% For Public Use
70% For Industrial Use


Sumber :

http://sier-pier.com
http://www.siki.jatimprov.go.id
http://surabaya.bisnis.com

Related Posts